dilan-quote
Dilan quote

Review Film Dilan 1990, Kamu Wajib Nonton

Posted on

“Kamu jangan jadi blogger, berat, ngga kuat, biar aku saja” – quote hari ini (inspirasi dari quote Dilan di Film Dilan 1990).

Hello apa kabar kawan-kawan, pada postingan kali ini saya ingin me-review film yang lagi booming di Bioskop. Hemm, film ini dalam 4 hari tayangnya (25 – 29 Januari 2018) sudah tembus 1000.000 (satu juta) penonton lho (ye…. tepuk tangan), ya wajar sih, pas saya nonton di Cinema 21 SKA Pekanbaru kemaren, penonton yang datang membludak, sampai-sampai row kursi paling depan juga terisi penuh.

Dilan? hemm, saya pernah lihat novelnya tapi belum pernah baca isinya. ketika tau film Dilan akan rilis juga saya biasa saja, “kurang tertarik”, palingan sama kaya film drama Indonesia lainya, plot dan alurnya mudah ditebak.

Tapi semua itu berubah ketika negara api menyerang, eh ngaco… maksudnya ketika salah satu temen kelas merekomendasikan film ini, bahkan dia bilang gini: “Kalo ngga bagus, aku rela bayar 3 kali lipat dari harga tiket“, haha okkay.. kenapa ngga mencoba, lumayan -khan bohongin temen sendiri buat modal makan di akhir bulan, wkwkw.

Jadi singkat ceritanya, setelah dapat hari yang pas, saya dan beberapa teman yang sebelumnya sudah janjian langsung meluncur ke Bioskop untuk membuktikan sendiri serunya film ini.

Sinopsis Film Dilan 1990.

Sesuai judulnya, film ini mengangkat latar tahun 90an, style (gaya) pemeran dan settingan background-nya sudah barang tentu klasik ala-ala tempo doloe.

Film ini menceritakan sosok Dilan dari sudut pandangan Melia, seorang gadis Jakarta yang pindah ke Bandung, di Bandung di sekolahnya yang baru inilah cerita mereka dimulai, Melia bertemu Dilan, sosok humoris, puitis namun aneh dan konyol, seorang remaja SMA yang termasuk nakal, bahkan juga tergabung dalam anggota geng motor terkenal di kota itu, jabatan di geng motor juga tidak tanggung-tanggung,  yaitu sebagai panglima tempur. Hemm, jika dinilai dari karakternya, Dilan sih orangnya tegas, apa adanya, suka tawuran dan selalu melakukan hal yang out of the box -lah.

Nah karena latarnya zaman SMA, so pasti yang dibahas cinta. si Dilan yang diperankan oleh Muhammad Iqbal (Coboy Junior Рex) suka dengan si Melia, sifatnya yang apa adanya, konyol dan aneh selalu bisa membuat Melia tersenyum dan ketawa, hingga akhirnya terjadilah beberapa konflik, karena ternyata si Melia sudah punya pacar, bahkan menjadi rebutan beberapa cowok lain, termasuk  ketua kelas dan guru les privatnya.

Banyak banget sisi seru dari film ini, yang dibahas hal-hal ringan tapi mempu membuat senyum para penontonya, beda lho sama film lain.

Jika di nilai dari sisi pemainnya, awalnya saya ragu dengan akting Iqbal Ramadhan, tapi pecahhh, profesional sekali, tidak ada karakter boyband di watak Dilan yang ia mainkan. Hemm, saya tebak, bakal makin banyak cewek yang kelepek-kelek sama doi, wkwkw.

Intinya film ini menghadirkan joke-joke yang anti mainstream dan tidak mudah ditebak, sifat puitis namun konyol-lah yang saya rasa kenapa karakter Dilan sangat disukai penonton.

Tapi sayangnya, ditengah cerita agak membosankan, ada scane yang harusnya klimaks namun kurang dapat feel –nya, karena masalah yang diangkat cuma hal sepele, tapi overall film ini dikemas dengan apik sekali, cukup menarik dan saya merekomendasikan buat ditonton.

Intinya film ini menghadirkan joke joke yang anti mainstream dan tidak mudah ditebak, sifat puitis namun konyol-lah yang saya rasa kenapa karakter Dilan sangat disukai penonton.

Ohya, dibeberapa scane, ada muncul beberapa tokoh kondang, seperti Ridwan Kamil dan Zara member jkt-48. ngga tau apa maksud sutradara membawa mereka, bisa jadi untuk menambah daya jual film ini, tapi semuanya bermain apik kok, cocok dengan karakter yang mereka perankan.

Ingat ya, nontonnya jangan sendiri, ngga kuat… (ngga ada tempat sendaran).

Hmm, jika diminta memberikan rate, saya kasi 7.8 dari 10 bintang deh, cukup menghibur dan tidak mengecewakan. Buat temen saya yang sudah merekomendasikan, selamat ya… saya ngga jadi minta refund 3 kali harga tiket. ^_^